Perjalanan Sumatera Barat, mudik 2016 dengan mengendarai Honda Vario 125

السلام عليكم
Apa kabar brurnsis sobat Oje?
Insya ALLAH baik baik saja. Sehat panjang umur dan banyak rizkinya.
Saat ini Oje akan share mengenai perjalana sumatera barat pp bersama istri.

Setelah Oje mengganti ban di outlet pro ban cileungsi, Oje lalu berangkat ke Sumatera jum’at sore tanggal 1 juli 2016 lalu. Macet luar biasa perjalanan menuju Merak. Tapi itu sudah biasa. Ga macet ga seru.

Setelah sampai di pelabuhan ferry. Oje membeli tiket ferry. Jangan lupa siapkan ktp asli untuk di-scan oleh petugas loket.

Tarif lebaran kemarin adalah 45 ribu untuk motor beserta rider dan boncengernya

Oje lupa untuk mengabadikan foto tiketnya. Sebagai gantinya ini saja.

image

Jangan lupa untuk membawa bekal untuk diatas ferry, perjalanan ferry minimal 2 jam diatas laut. Belum lagi proses bongkar muatnya. Harga makanan diatas kapal 2x lipat dari harga dipelabuhn yang juga sudah mahal.
Siapkan mental dan fisik berlebih untuk perjalanan nyebrang sumatera ini. Posisi parkir dikapal yang tertutup membuat kesabaran benar benar diuji. Sebaiknya tidak membawa bayi dibawah 3 tahun. Karena dijamin rewel brurnsis

image

.

Setelah sampai dibakauheni. Mulailah ujian musafir ini datang. Motor mengalami trouble. Alhamdulillahirobil’alamiin. Tepat ditempat ramai motor mengalami masalah, yaitu didepan pom bensin pertama dari bakauheni. Tepat didepan rumah makan suka menanti.
Oje bersama istri tertahan disini sampai pertolongan datang sekitar jam 8 pagi.

Mengenai pertolongan ini akan oje bahas di artikel selanjutnya oleh siapa siapa saja yang pantas mendapatkan penghargaan respect yang dalam dari Oje dan istri

image

Ahass Kalianda. Terima kasih banyak. Moga selalu lancar usahanya.

Setelah trouble masalah motor terselesaikan dengan baik
Maka perjalanan diteruskan dengan lancar melalui. Natar. Bandarjaya. Kotabumi, bukit kemuning, baradatu @masjid istiqomah. Disini Oje bermalam bersama istri, jangan khawatir untuk bermalam dimasjid. Yang jelas lihat masjid yang terang saat malam hari, biasanya kaum mobilis juga ikut menginap disana. Mulai yang mobil biasa, sampai sekelas alphard ikut nginep di

image

masjid

Mengenai jalur mudik sumatra tahun 2016 ini, sungguh buruk bagi kita kaum biker, apalagi oje mengendarai motor matik yang notabene memiliki diameter ban yang hanya 14″, jalan penuh tambalan yang tidak rata. Meskipun ban vario oje sudah upgrade  100/80 dan 110/80 tetap saja tidak bisa melahap jalanan antar kota sumatera yang kejam. Saran oje. Untuk perjalanan turing motor solo rider, atau hanya satu motor, jika sudah masuk waktu maghrib, hentikanlah perjalanan.

Istirahat dipom bensin atau dimasjid atau dihotel jika punya dana berlebih. Jangan sombong dengan nyali yang kita miliki.

Oje dan istri saat pulang dari sumatera sempat hampir kena begal didaerah kalau tidak salah masih didaerah surolangun.

Setelah sholat isya di.masjid Yachrumi Nafi’ah. Oje isi bensin tepat didepan masjid itu

Oje pikir ini belum terlalu malam untuk sampai di kota Lubuk Linggau yg kurang lebih 100km lagi.

Ternyata, masya Allah. Oje salah ambil keputusan. Disitulah kami diuji akan kesabaran dan ketenangan menghadapi ujian.

Kami dikuntit 1motor bebek berboncengan. Oje yang rata rata stabil dikecepatan 70-80kpj memberi jalan untuk mereka mendahului. Mereka lewat, tapi mereka langsung mengurangi kecepatan.
Kami salip lagi, mereka langsung menyalip lagi, dengan 2 motor yang sudah ada di sisi kiri dan belakang kami, alhamdulillahirobil’alamiin
Motor Vario 125 kami mau bekerja sama, kami pacu kendaraan dengan zigzag dan sejadi jadinya, alhamdulillahirobil’alamiin.
Oje hanya terkena lemparan batu besar di lutut kanan. Yang Oje pikir, oje sudah terkena tembakan, karena Oje melihat salah satu dari mereka ada yang mengeluarkan sejenis pistol. Kami pacu motor kami. Oje berharap bisa menabrak salah satu dari mereka. Karena motor kami ternyata lebih kencang dari 3motor bebek itu..

Tapi ternyata istri Oje sudah berteriak dan berdzikir ketakutan. Alhamdulillahirobil’alamiin. Ada pos polisi mudik di muaro Rupit
Kami mengadukan masalah kami, dan mereka menerima kami dengan pelayanan yang baik. Oje bersama para polisi kembali menyusuri lokasi tadi. Tapi tak satupun motor yang terlihat.

Sampai jam 6 pagi kami berada di pospol Muaro Rupit. Dan mereka menyarankan kami untuk lanjut dengan melepas atribut turing kami termasuk helm agar disangka warga lokal, meskipun plat motor kami adalah “B”(jakarta)
Begitu masuk kota baru pakai apparel turing dan helm lagi.

Tanda-tanda begal adalah. Kita harus curiga dengan motor lokal yang mengikuti terus menerus didaerah sepi. Boncenger nya menaruh kedua tangan dibelakang (kode) dan setelah nyalip, mereka menahan kecepatan lagi. Beberapa kali. Dan hati hati. Jika tak lama kemudian muncul motor lokal lainnya. Kadang tidak memakai plat nomor belakang. Saat itulah salah satu motor akan mendahului dan mengeluarkan senjata. Hati hati dengan pistol rakitan.

Ini adalah turing jauh perdana kami, hanya 1 motor berboncengan Cileungsi-payakumbuh sumatra barat kurang lebih 1300 km sekali jalan.
Berarti oje dan istri pp sudah lebih dari 2600 km. Belum lagi jalan jalannya di sumatra barat itu.

Mengenai biayanya adalah sebagai berikut.
Bensin full dari rumah dicileungsi.
Isi lagi pertamax 25000 di daerah tangerang setelah kalideres.
3x isi 25000 dipropinsi lampung, rata-rata pertalite, pertamax jarang stok di sumatra.
Di sumatra selatan isi 20000 x 2 premium dan 1x pertalite. 20000 juga.

Disumatra barat, isi 25000 x 2 pertalite sampai di payakumbuh.

Dengan catatan oje tidak pernah membiarkan meteran bensin kurang dari setengah. Karena oje tidak tahu. Dimana akan bisa menemukan pom bensin lagi.

Biaya makan, rata rata habis 50000 makan sederhana plus kopi hitam diwarung. Bagi oje yang biasa makan di warung padang diCileungsi. Harga ini sangat mahaal.

Kesimpulan yang bisa oje ambil

Jalur turing sumatra tidak aman, apalagi nyaman bagi peturing solo. Jalan rusak parah mampus daerah lahat-linggau
Rawan kejahatan begal bersenpi.
Sebaiknya jika tidak terpaksa. Jangan memakai motor matik untuk turing sumatra, dan jangan memakai mesin dibawah 125cc
Motor diatas 150cc dengan teknologi terkini sangat dianjurkan.
Biar bisa ngebut kalau ada tindak kejahatan. Pemepetan motor hendak dibegal misalnya.

Jika masuk waktu malam diatas jam 18:00 sebaiknya stop. Hindari perjalanan malam disumatra jika tidak berombongan beberapa motor.

Artikel ini oje tulis berdasarkan kejadian yang betul- betul oje alami sendiri. Semoga bisa memberi manfaat bagi brurnsis yang ingin turing sumatra.

Berikut foto foto oje selama di sumatra barat.

Kata orang ” jauh perjalanan, luas pandangan”

Semoga berguna.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

والسلم عليكم

Iklan

2 thoughts on “Perjalanan Sumatera Barat, mudik 2016 dengan mengendarai Honda Vario 125”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s